Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Kuliner

kuliner

Kalau ada istilah dari mata turun ke hati bisa jadi dengan maraknya pemberitaan melalui channel Youtube maupun social media lainya. Kuliner Indonesia yang mendunia bisa disebut istilah dari lidah turun ke hati. Food blogger, sebutan bagi penyedia konten masak dan makan-makan semakin menjamur. Hal ini dibuktikan dengan banyak yang mengulas masakan nusantara kini menjadi primadona di negeri sendiri bahkan luar negeri.

Ulasan mengenai Rendang yang dinobatkan menjadi makanan nomor 1 didunia versi CNN semakin menguatkan bahwa cita rasa kuliner Indonesia yang kaya akan rempah juga pantas bersanding dengan makanan lainnya. Belum lagi beragam kuliner dari ujung Sumatera sampai dengan Papua yang begitu menggetarkan lidah sangat memikat untuk dicicipi. Bahkan bagi masyarakat lokal yang sudah lekat dengan sajian masakan nusantara sendiri. Kesempatan mencoba lezatnya cita rasa dari satu daerah ke daerah yang lain juga turut melatar belakangi kunjungan wisatawan. Peluang besar bagi pelaku ekonomi sektor Kuliner ini semakin menarik dan potensial.

Sub sektor kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebut saja soto yang dari masing-masing daerah memiliki kekhasan dan juga ragam rasa yang luar biasa. Ini menunjukkan Industri kuliner mempunyai potensi yang sangat kuat untuk berkembang, oleh karena itu pemerintah diharapkan akan terus mendukung sub sektor ini supaya lebih maju.

Beberapa pelaku industri kuliner melihat ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dikelola secara lebih serius. Salah satu di antaranya adalah perlunya akses perizinan usaha melalui satu pintu sehingga lebih mudah dan efektif. Para pebisnis kuliner baru sebaiknya mendapatkan panduan dari pemerintah, mulai dari pelatihan bisnis, informasi perizinan, sampai pada pendampingan hukum dalam proses pendirian usaha.

Peran Kemenparekraf  dalam mendampingi sub sektor kuliner ini diwujudkan dalam menyediakan fasilitasi seperti pelatihan bisnis, akses permodalan, dan pendampingan pendirian usaha. Kemenparekraf juga akan berpartisipasi dalam mempromosikan kuliner Indonesia yang sangat beraneka ragam ini di pasar domestik dan luar negeri.

#ittelkomjkt https://ittelkom-jkt.ac.id

Artikel
Lainnya

sucsess stories

Deduksi Keilmuan : Deskripsi Deduktif

Oleh Dr. Daduk Merdika Mansur | Peneliti Human Resource Development Deduksi Keilmuan : Deskripsi Deduktif (Lanjutan Series Part Sebelumnya ). Perilaku Deduktif adalah cara berpikir yang

Read More »
fashion

Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Fashion

Begitu dinamisnya tren tersebut saat ini, membuka peluang besar bagi perkembangan sub sektor ekonomi kreatif ini. Terlebih dengan pangsa pasar usia produktif 17-25 tahun yang tertarik

Read More »
beasiswa-aperti

Beasiswa APERTI BUMN 2022 Resmi Dibuka

BANDUNG, (11/06) Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) yang terdiri dari Delapan perguruan tinggi berafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi dibuka. Program beasiswa

Read More »

No Comments on Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Kuliner

Leave A Comment