Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Fashion

fashion

Begitu dinamisnya tren tersebut saat ini, membuka peluang besar bagi perkembangan sub sektor ekonomi kreatif ini. Terlebih dengan pangsa pasar usia produktif 17-25 tahun yang tertarik untuk menampilkan outfit harian yang kece. Bukan cuma pakaian yang dikenakan, bahkan sampai dengan accesoris mulai dari kepala sampai dengan ujung kaki kerap kali diperhatikan. Lantas bagaimana pemerintah melirik sektor fashion ini menjadi daya tarik tersendiri?

Sebut saja Jakarta Fasion Week, Jember Fasion Carnival dan banyak lagi event lokal yang mendunia dengan mengusung fashion sebagai daya tarik utama. Ini bukti nyata bahwa pemerintah sangat intensif dalam menggerakkan sektor ekonomi yang syarat dengan mode dan kreasi. Belum lagi peran Pusat Grosir terbesar Di Asia yaitu Tanah Abang yang menggiurkan bagi penikmat wisata belanja. Dan ini menjadi peluang besar dalam mendapatkan peluang sebagai pemain besar bahkan sampai ke arah ekspor impor.

Pergeseran lain yang tentu saja menggerus potensi besar di atas tidak lepas dari gencarnya pemasaran fashion luar negeri seperti korea yang saat ini merambah dan terus berkembang seiring masuknya budaya KPOP dan Drakor yang disinyalir menjadi peluang masuknya khasanah fashion ke Indonesia. Bahkan istilah Thrifting yang identik dengan berburu pakaian second hand dengan model dan kualitas bagus namun dengan harga miring menjadi sangat populer di kalangan masyarakat ibukota Jakarta. Terlepas dari pro dan kontra mengenai unsur legal dan isu kesehatan, ancaman perkembangan industri fashion dalam negeri ini cukup membuat khawatir.

Hal tersebut dapat diimbangi dengan cepatnya Tren fashion yang berubah dengan cepat. Peningkatan produktivitas para desainer lokal yang inovatif dengan merancang baju-baju model baru, dan munculnya generasi muda kreatif yang antusias dengan industri fashion ini. Masyarakat sebagai pasar pun juga semakin cerdas dan berselera tinggi dalam memilih fashion. Ditambah dengan regulasi penyediaan bahan baku yang terjangkau serta pemberian ruang bagi pelaku industri ini dengan penyelenggaraan event berskala global akan menumbuhkan kembali sub sektor fashion ini.

#ittelkomjkt https://ittelkom-jkt.ac.id

Artikel
Lainnya

sucsess stories

Deduksi Keilmuan : Deskripsi Deduktif

Oleh Dr. Daduk Merdika Mansur | Peneliti Human Resource Development Deduksi Keilmuan : Deskripsi Deduktif (Lanjutan Series Part Sebelumnya ). Perilaku Deduktif adalah cara berpikir yang

Read More »
fashion

Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Fashion

Begitu dinamisnya tren tersebut saat ini, membuka peluang besar bagi perkembangan sub sektor ekonomi kreatif ini. Terlebih dengan pangsa pasar usia produktif 17-25 tahun yang tertarik

Read More »
beasiswa-aperti

Beasiswa APERTI BUMN 2022 Resmi Dibuka

BANDUNG, (11/06) Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) yang terdiri dari Delapan perguruan tinggi berafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi dibuka. Program beasiswa

Read More »

No Comments on Sub Sektor Ekonomi Kreatif : Fashion

Leave A Comment